Open USD (OUSD): Stablecoin Baru dari Visa, Mastercard & 140 Perusahaan — Ancaman Serius untuk USDT dan USDC?
Lebih dari 140 perusahaan besar termasuk Visa, Stripe, BlackRock, dan Coinbase meluncurkan Open USD. Apa bedanya dengan Tether dan Circle, dan bagaimana dampaknya ke pasar stablecoin 2026?
Di akhir Juni 2026, dunia crypto diguncang pengumuman yang cukup mengejutkan. Lebih dari 140 perusahaan — mulai dari raksasa pembayaran seperti Visa, Mastercard, American Express, dan Stripe, hingga institusi keuangan seperti BlackRock, BNY Mellon, Standard Chartered, dan pemain crypto seperti Coinbase, Ripple, dan MetaMask — bergabung dalam Open Standard untuk merilis **Open USD (OUSD)**.
Ini bukan sekadar stablecoin baru. Ini adalah upaya kolektif untuk mengubah model bisnis stablecoin yang selama ini didominasi oleh Tether (USDT) dan Circle (USDC).
Apa yang Membuat Open USD Berbeda?
Model ekonomi OUSD sangat berbeda dari yang kita kenal:
Mint dan redeem tanpa biaya** dan tanpa batas volume.
- Sebagian besar pendapatan dari cadangan (reserve yield) dibagikan ke perusahaan partner, bukan diambil sepenuhnya oleh penerbit.
- Dikelola oleh perusahaan independen (Open Standard) dengan dewan yang mewakili partner, bukan dikuasai satu entitas.
Bandingkan dengan model saat ini:
- Tether dan Circle menikmati hampir seluruh yield dari cadangan mereka (terutama U.S. Treasuries).
- Circle bahkan sudah go public, sehingga pressure untuk memaksimalkan profit semakin besar.
Open USD mencoba membalik logika tersebut: menjadikan stablecoin sebagai **shared infrastructure**, bukan produk profit-center satu perusahaan.
Mengapa Timing-nya Penting?
Pengumuman ini datang di tengah beberapa perkembangan krusial:
- GENIUS Act sudah berlaku dan regulator AS sedang menyusun aturan implementasi (termasuk persyaratan KYC tingkat bank untuk penerbit stablecoin).
- Pasar stablecoin sudah mencapai kisaran $300+ miliar, menjadikannya salah satu produk crypto yang paling nyata digunakan (pembayaran, settlement, DeFi collateral).
- Institusi tradisional semakin agresif masuk ke ruang digital dollar. Stripe sendiri sudah mengakuisisi Bridge, dan Tempo (jaringan pembayaran terkait Stripe) akan mendukung OUSD secara native sejak hari pertama.
Kehadiran Visa dan Mastercard dalam konsorsium yang sama sangat signifikan. Selama bertahun-tahun mereka saling bersaing. Sekarang mereka bersama-sama mendukung satu stablecoin bersama. Ini sinyal bahwa mereka melihat stablecoin bukan lagi sebagai ancaman, melainkan infrastruktur yang harus mereka kuasai bersama.
Potensi Dampak ke Pasar
1. Tekanan ke USDT dan USDC
Jika OUSD berhasil mendapatkan adopsi institusional (terutama di settlement antar perusahaan dan pembayaran cross-border), volume dan demand terhadap USDT/USDC bisa terdampak. Circle sudah merasakan tekanan — sahamnya sempat turun tajam setelah pengumuman.
2. Perang Insentif
Karena yield cadangan dibagikan ke partner, partner tersebut bisa meneruskan sebagian yield itu ke pengguna akhir dalam bentuk:
- Cashback
- Liquidity mining
- Bunga pinjaman yang lebih tinggi di DeFi
- Rebate di wallet atau payment processor
Ini bisa memicu “yield war” di level infrastruktur.
3. Multi-chain dari Awal
OUSD direncanakan hadir di beberapa jaringan (termasuk Solana, Stellar, Base/Polygon, dan Tempo). Pendekatan multi-chain ini berbeda dengan USDC yang awalnya sangat terikat ke Ethereum sebelum akhirnya ekspansi.
Risiko dan Tantangan
Meski dukungan institusionalnya kuat, OUSD masih menghadapi beberapa pertanyaan besar:
- Kapan peluncuran resmi? Masih “later this year” (akhir 2026).
- Siapa yang benar-benar mengontrol cadangan dan audit? Transparansi akan menjadi kunci kepercayaan.
- Regulasi. Meskipun GENIUS Act memberikan kerangka, implementasi detailnya masih berjalan.
- Adopsi ritel. Institusi mungkin cepat adopt, tapi user biasa masih sangat nyaman dengan USDT karena likuiditas dan ketersediaan di hampir semua exchange.
Kesimpulan: Apakah Ini Game Changer?
Open USD belum tentu langsung menggulingkan USDT dalam waktu dekat. Likuiditas dan network effect Tether masih sangat kuat, terutama di pasar Asia dan emerging market.
Namun, kehadiran konsorsium sebesar ini menandai pergeseran penting: stablecoin sedang bergerak dari “produk crypto” menjadi **infrastruktur keuangan global** yang diperebutkan oleh pemain tradisional.
Bagi trader dan investor, ini layak dipantau karena:
- Bisa memengaruhi demand terhadap stablecoin existing.
- Membuka peluang di protokol DeFi yang lebih dulu integrasi OUSD.
- Menjadi indikator seberapa serius Wall Street dan payment giants masuk ke on-chain finance.
2026 memang terasa berbeda. Narasi spekulatif mulai digantikan oleh kompetisi infrastruktur yang lebih “nyata”. Open USD adalah salah satu contoh paling jelas dari pergeseran itu.

Belum ada Komentar untuk "Open USD (OUSD): Stablecoin Baru dari Visa, Mastercard & 140 Perusahaan — Ancaman Serius untuk USDT dan USDC?"
Posting Komentar